MARI BERPETUALANG KE KALIBIRU (KULON PROGO)
Sudah lama sekali Kalibiru ada di daftar tour (baca: Rencana Perjalanan di Tahun 2013). Tapi baru tahun (2015) gue bisa mewujudkannya padahal sudah brtahun-tahun ada di jogja, itu juga karena adik laki-laki gue yang ngajakin, dan akhirnya bisa merasakan suasana di kalibiru jauh berbeda saat melihat dari foto dan vidio.
| Kalibiru, Kulon Progo |
Beberapa hari terakhir, jogja selalu dirundung hujan. Hujannya nggak kira-kira, bikin banjir dimana-mana. Awalnya gue ragu mau ke Kalibiru. Ditambah pagi dimana gue berangkat, mendungnya parah banget. Nggak cuma mendung ding, gerimis romantis abis pagi itu. Jogja jadi dingin banget karena mendung dan angin gede. Naik motor di Jogja berasa kayak mau ke Dieng. Parah tapi romantis .....Gue berangkat dari jogja jam 7 dan sampai di Jogja sekitar jam 9. Tapi, mendungnya tetep, bergelayut manja di langit. Mampir makan di Sop Ayam Pak Min bentar dan langsung lanjut ke Kulon Progo. Ini kali pertama gue ke Kulon Progo. Dari Tugu Jogja gue tinggal lurus ke arah Godean. Di Godean ambil arah ke Wates. Ada 2 jalur untuk ke Kulon Progo, lewat Wates atau Sentolo. Tapi pagi itu guememilih lewat Sentolo karena lebih deket. Cuma ya itu, jalanannya separuh aspal, separuh bergeronjal manja. Mana harus lewatin hutan pula. Gue sempet takut salah jalan.
| Widi di Rumah Pohon |
Selesai menerobos hutan dengan jalanannya yang bergeronjal, gue dan beni adik gue sampai di pos masuk kawasan Waduk Sermo. Kami membayar Rp. 7.000 untuk biaya masuk ke Waduk Sermo. Dari Waduk Sermo, Kalibiru masih sekitar 3 Km lagi jauhnya. Jalanannya? Jangan ditanya. Banyak tanjakan cinta yang bikin motor gue mengerang manja. Untung si Gembul sudah tahan banting. Walaupun beberapa kali gue dan Tanti harus bergantian jalan kaki karena tanjakan yang tingginya nggak ketulungan tapi akhirnya kami sampai juga di Kalibiru tepat jam 10.30. Sampai di Kalibiru, kami harus membayar biaya parkir motor sebesar Rp. 2.000 dan biaya masuk Rp. 5.000 per orangnya. Dari parkiran ke spot foto lumayan bikin ngos-ngosan. Lagi-lagi jalanannya menanjak.
Kalibiru adalah kawasan wisata alam yang ada di Kulon Progo. Meskipun judulnya wisata alam, tapi yang bikin Kalibiru happening banget adalah spot fotonya. Jadi tujuan utama gue ke Kalibiru kali ini tidak lain dan tidak bukan adalah untuk numpang foto. Gue sih nggak tergolong narsis, tapi mumpung sudah sampai di Kalibiru maka antrilah gue untuk naik ke Rumah Pohonnya. Anyway, gue nggak tahu spot fotonya ini namanya apa. Tapi karena tempatnya di atas pohon, let me call it Rumah Pohon yes. Tell me if I’m wrong.
| Goceng, goceng |
Dikarenakan ini kunjungan pertama gue dan adik gue, jadilah kami nggak tahu apa-apa. adik gue yang gue suruh antri untuk foto di Rumah Pohon dengan polosnya cuma berdiri di bawah Rumah Pohon. Padahal nih ya, untuk naik ke Rumah Pohon dan foto disana, kita harus membeli tiket lagi, Rp. 10.000 per orangnya. Dan nyaris aja kepolosan adik gue antri tanpa arti diserobot mbak-mbak yang mau beli tiket untuk 20 orang temannya. Zzzzz. Padahal waktu itu antriannya sudah 30 boo. Bisa bayangin kalau Tanti telat sedetik aja dan mbak-mbak itu yang beli duluan. Bisa 50 antriannya. Padahal antrian 30 itu sudah bikin kami harus nunggu hampir 3 jam boo. 3 jam loh. Hanya demi foto di Rumah Pohon gue harus nunggu 3 jam. Gila.
| We did it! |
Sebenernya Rumah Pohon di Kalibiru ini ada 2. Yang pertama, letaknya ada di atas. Rumah Pohon yang pertama ini dikelola oleh pihak outbound. Jadi Rumah Pohonnya lebih sepi karena jarang peminatnya. Kenapa jarang peminat? Karena kalau mau foto di Rumah Pohon yang pertama kita harus membayar Rp. 35.000. Rp. 35.000 itu sudah termasuk jalan di jembatan gantung, flying fox dan foto-foto di Rumah Pohonnya. “Tapi kalau cuma mau foto di Rumah Pohon aja bagaimana?”. Tetep. Bayarnya tetep Rp. 35.000. “Lah, terus kalau mau yang lebih murah bagaimana?”. Nah, kalau mau lebih murah Rumah Pohon kedua lah jawabannya. Letaknya agak sedikit ke bawah. Rumah Pohon inilah yang antriannya selalu menggila. Cuma perlu bayar Rp. 10.000, nunggu 3 jam dan cheese. Jadilah beberapa foto untuk dipamerin di socmed.
| Tiket untuk foto di Rumah Pohon |
Ada sedikit drama yang terjadi di detik-detik terakhir giliran gue akan naik ke Rumah Pohon. Mendung yang semula hanya bergelayut manja, beberapa kali meneteskan buih-buih cintanya ke bumi. Alamak, padahal tinggal beberapa orang lagi giliran gue eh kok malah hujan. Rasanya geregetan banget. Rumah Pohon akan tutup kalau hujan dan uang akan dikembalikan. Tapi kan gue sudah nunggu 2 jam lebih, masa iya gue pulang dengan tangan kosong. Gue berteduh di warung nggak jauh dari Rumah Pohon. Pesan mie goreng sambil mulut komat-kamit doa semoga segera cerah. “Tuhan cerah dong pas giliran Widi. Nanti habis itu hujan lagi nggak apa-apa deh Widi pulang kehujanan”. You know what. Pas giliran gue akan naik, langit yang seharian ditutupi awan gelap, berangsur cerah loh boo. Rumah Pohon yang sempet tutup dibuka kembali. Hihihihi.
| ngegalau |
Komentar
Posting Komentar